Kenali Manfaat Vaksin MMR

Penelitian Membuktikan, Vaksin Rubella Ternyata Tidak Sebabkan Autisme

Pada dasarnya, pemberian vaksin MMR untuk balita di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra. Padahal, seharusnya kita sebagai orang tua itu hanya perlu mencari informasi yang tepat agar tidak menimbulkan presepsi yang salah. Hal tersebut meliputi pengetahuan manfaat vaksin MMR, dan juga langkah yang harus diperhatikan apabila kita hendak memberikan vaksin MMR.

Nah, untuk mengetahui rumah sakit terdekat yang menyediakan vaksin jakarta yang recomended. Anda bisa menggunakan halodoc untuk mengetahui lokasi dan informasi mengenai penyedia vaksin. Baik itu rumah sakit, maupun klinik.

Pengertian Vaksin MMR

Istilah MMR itu sendiri merupakan singkatan dari tiga jenis penyakit yang berupa Meales (campak), Mumps (gondongan), Rubella (campak Jerman), yang kerap menyerang anak-anak. Sesuai dengan namanya, pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit MMR terhadap anak-anak. Mengapa anak-anak sangat rentan terkena penyakit MMR? Pasalnya, system daya tahan tubuh anak-anak belum sekuat orang dewasa.

1. Meales (Campak)

Meales atau yang sering kita sebut dengan nama campak, merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bisa menular dengan mudah melalui percikan air liur. Bahkan, penyakit campak juga dapat menular melalui sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Adapun mengenai beberapa gejala penyakit campak seperi ruam merah di kulit, batuk, hidung mengeluarkan ingus, demam, serta bintik putih di mulut.

Penyakit campak yang sudah terlalu parah bisa menimbulkan masalah pneumonia (radang paru-paru), infeksi telinga, hingga kerusakan pada otak anak. Bahkan yang lebih gawatnya lagi, komplikasi campak yang berakibat fatal lainnya bisa menyebabkan kejang-kejang pada si kecil lho!

2. Mumps (Gondongan)

Penyakit gondongan juga disebabkan oleh infeksi virus menular yang kerap menyerang kelenjar ludah. Pada umumnya, penyakit gondongan ini sering dialami oleh anka yang berusia 2 – 12 tahun. Tak berbeda jauh dengan campak, dimana penularan penyakit gondongan bisa terjadi melalui air liur. Ciri kas dari penyakit gondongan ini berupa benjolan di beberapa area tubuh, seperti pipi dan leher. Tak hanya itu, terdapat juga beberapa gejala yang ditimbulkannya seperti demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar ludah, nyeri otot, sakit saat menguyah, dan sakit tenggorokan.

Terkadang, virus gondongan ini bisa menyebabkan peradangan pada testis, ovarium, pancreas, hingga selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Itu sebabnya, mengapa pemberian vaksin MMR sangat penting dilakukan pada anak-anak.

3. Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau yang sering dibilang campak Jerman ini disebabkan oleh infeksi virus yang bisa menimbulkan bintik-bintik ruam merah di kulit. Tak hanya itu, virus tersebut juga merupakan penyebab pembengkakan pada kelenjar getah bening leher dan telinga bagian belakang. Pada umumnya, gejala rubella ini bisa dibilang ringan sehingga sulit dideteksi, terlabih jika terjadi pada anak-anak.

Tak hanya itu, gejala yang ditimbulkannya juga bisa berlangsung selama 2 – 3 minggu setelah tubuh mulai terpapar birus. Adapun mengenai beberapa gejala yang ditimbulkannya seperti demam, sakit kepala, pilek, mata merah, ruam merah di area wajah yang menyebar ke kaki, dan sendi-sendi terasa sakit (biasanya terjadi pada wanita).

Sejatinya, semua orang berisiko terkena penyakit rubella, entah itu anak-anak maupun orang dewasa. Meski demikian, kabanyakan kasus penyakit rubella tidaklah berbahaya dan jarang menimbulkan komplikasi fatal. Namun, penyakit rubella bisa cukup berbahaya bagi wanita yang tengah hamil, terutama dalam 4 bulan pertama kehamilan.

Leave a Comment