5 Menteri Wanita Di Kabinet Indonesia Maju 

 

Pada Rabu (23/10/2019) di pelataran Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo beserta Wakil Presiden Ma’aruf Amin memperkenalkan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju. Ada yang menarik dari perkenalan menteri saat itu yaitu berkurangnya jumlah komposisi menteri dari kalangan wanita. Jika dalam Kabinet Kerja adanya 9 menteri perempuan, tetapi di Kabinet Indonesia Maju hanya ada 5 menteri wanita saja. Siapa saja? 

Berikut dibawah ini 5 menteri wanita di Kabinet Indonesia Maju diantaranya yaitu : 

  • Retno Marsudi

Retno Marsudi di Kabinet Indonesia Maju ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri untuk kedua kalinya pada periode 2019 – 2024. Setelah sebelumnya wanita bernama lengkap Retno Priansari Marsudi ini memang pernah menjabat posisi yang sama sebagai Menteri Luar Negeri pada periode 2014 – 2019. 

  • Sri Mulyani 

Tidak heran jika Sri Mulyani terpilih kembali sebagai Menteri Keuangan untuk Indonesia. Pasalnya wanita 58 tahun kelahiran Tanjung Karang, Lampung, ini memiliki latar belakang pendidikan yang fokus pada ekonomi sehingga menjadikannya memiliki banyak pengalaman dalam dunia ekonomi. 

  • Siti Nurbaya Bakar

Pada periode sebelumnya, Siti Nurbaya Bakar sempat menjabat sebagai menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tetapi sekarang wanita kelahiran Jakarta pada 18 Juli 1956 ini dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

  • Ida Fauziyah

Dulu Hanif Dhakiri yang menjabat sebagai menteri Ketenagakerjaan, tetapi sekarang jabatan tersebut dipegang Ida Fauziyah. Perempuan asal Mojokerto tersebut telah duduk di kursi DPR RI mulai dari tahun 1999 hingga 2018. Selain itu juga wanita yang pernah mengenyam pendidikan di UIN Sunan Ampel dan Universitas Satyagama ini pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU. 

  • Gusti Ayu Bintang Puspayoga

Wanita asal Bali yang memiliki nama lahir I Gusti Ayu Bintang Darmawati ini di Kabinet Indonesia Maju menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Wanita yang gemar olahraga tenis meja ini sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Bali pada periode 2015 – 2019.

Leave a Comment